Mengenal Teknik Hedging Trading

Teknik hedging merupakan suatu strategi yang sering diterapkan untuk menyikapi posisi loss, jika sang trader enggan menggunakan fitur Stop Loss (SL). Ini merupakan teknik trading forex berisiko sangat tinggi, sehingga trader harus berlatih pada akun demo dulu hingga mahir sebelum menerapkannya pada akun riil.

Dengan menerapkan strategi hedging saat trading, maka trader sedang melindungi nilai satu posisi dengan 2 buah posisi berlawanan. Sehingga nantinya tidak akan terjadi kerugian dengan nilai yang lebih besar lagi.

Misalnya saja, anda melakukan posisi buy namun pada saat itu pula melakukan sell. Hal ini seakan trader menggali lubang dan kemudian menutupnya kembali. Teknik ini dilakukan sehingga saat trader salah memprediksi maka kerugian yang diterima tidak akan terlalu besar. Menggunakan cara ini memang membuat keuntungan yang didapatkan tidak begitu besar. Karena disaat trader menerima keuntungan, trader juga menanggung kerugian.

Keunggulan Teknik Hedging:

  • Trader tidak harus menguasai dan mengandalkan indikator teknikal tertentu.
  • Trader dapat menghasilkan keuntungan bagus jika memahami korelasi mata uang dan mampu memperkirakan range (rentang) pergerakan harian setiap pair forex

Kelemahan Teknik Hedging:

  • Trader perlu memahami konsep korelasi mata uang. Misalnya EUR/USD dan GBP/USD umumnya bergerak searah. Jadi trader dapat pula melakukan hedging dengan open posisi buy EUR/USD dan sell GBP/USD, tidak harus open buy dan sell pada satu pair EUR/USD saja. Masih ada banyak lagi pair-pair yang saling berkorelasi.
  • Tidak semua broker forex memperbolehkan hedging, karena badan regulator forex Amerika Serikat (CFTC) melarang teknik ini dengan alasan berisiko terlalu tinggi bagi trader. Sebelum mendaftar ke suatu broker, kamu perlu menanyakan dulu apakah mereka mengizinkan teknik hedging atau tidak.

Resiko Strategi Hedging

Teknik hedging bisa digunakan dengan berbagai strategi. Sebelum membuka posisi, trader diharuskan untuk melakukan analisa terhadap resiko-resiko yang sekiranya dapat muncul saat melakukan open posisi. Semua posisi dalam pasar Forex pastinya mempunyai resiko tersendiri, namun untuk ukuran resiko tentunya masih dapat trader prediksikan. Jika perlu, trader dapat menanyakan kepada pihak broker mengenai seberapa besar resiko yang sekiranya mampu trader toleransi sebelum melakukan open posisi.

Sebenarnya, semua strategi dalam trading Forex memiliki risiko masing-masing. Begitu pula dengan strategi hedging, muncul resiko dalam hedging dikarenakan konsep dasarnya yaitu membuka 2 posisi berlawanan dan dalam satu waktu yang kemudian berakhir dengan hasil yang impas. Terkecuali jika trader menggunakan lot berbeda ataupun sengaja membuka posisi di 2 level berbeda, dan resiko hedging ini bisa semakin membesar dikarenakan trader bisa dikenai spread 2 kali. Dan tak hanya itu saja, resiko hedging yang juga bisa terjadi antara lain adalah:

-Resiko Endless Hedging, yang terjadi saat trader terjebak di dalam hedging yang sudah dihedging dan di dalam posisi hedging -Resiko salah membuka hedging juga menjadi salah satu resiko yang perlu diperhatikan. Resiko ini bisa disebabkan karena salah menentukan timing maupun salah membuka posisi.



Note:

Apabila membutuhkan Free materi dan info lebih lanjut hubungi 03315106055.

Free materi soft copy hub wa admin 081258066174

Info Private/class trading premium berbayar (dibimbing selamanya sampai profit konsisten dan mandiri). Kunjungi akses langsung web kami www.wijayatrading.com

Comments

Popular posts from this blog

First Pillar, Money Management Trading

Get to know Forex Basics

Tips for Finding the Right Currency Pair for Traders