Position Sizing dengan Menghitung Lot Transaksi
Trading merupakan seni mengelola peluang dan risiko. Manajemen risiko bertujuan meminimalisasi risiko dalam bertransaksi dan memaksimalkan profit sehingga portofolio bertumbuh. Position sizing merupakan strategi dari manajemen risiko yang sangat penting. Simak pembahasan berikut selengkapnya.
Banyak yang beranggapan bahwa strategi trading dengan tingkat akurasi tinggi adalah segalanya untuk profit konsisten. Padahal manajemen risiko adalah faktor yang paling menentukan seseorang antara menjadi trader berprofit konsisten ataupun malah justru rugi konsisten. Banyak yang beranggapan, semakin besar modal yang digunakan maka semakin besar profit yang bisa didapat asalkan akurasi trading system tinggi (anggaplah 80%). Supaya tidak bingung dalam menghitungnya, mari kita ulas beberapa hal yang berkaitan saat perhitungan nanti:
Nilai Per Pip
Pip merupakan singkatan dari “Price Interest Point” yang merupakan unit satuan dalam mengukur perubahan nilai tukar antara dua mata uang. Pip terkadang ditulis juga pips dalam Bahasa Inggris. Pip menggambarkan seberapa banyak profit maupun loss yang terjadi. Untuk menghitungnya membutuhkan 3 hal yaitu pasangan mata uang yang ditradingkan (sebab beda mata uang beda pula nilainya), satuan dasar mata uang yang digunakan (USD umumnya), jumlah nilai yang ditradingkan.
Bagi mata uang yang nilainya ditampilkan dalam 4 angka desimal maka satu pip setara dengan nilai 0,0001. Contohnya EUR/USD dari harga 1,1230 naik ke 1,1237, berarti ada kenaikan 7 pips. Sedangkan bagi mata uang yang nilainya ditampilkan dengan dua angka desimal, satu pip sama dengan nilai 0,01. Misalnya USD/JPY dari harga 100,09 turun ke 100,01, berarti terjadi penurunan 8 pips. Umumnya seluruh pasangan mata uang terdiri dari 4 desimal, kecuali yang melibatkan JPY.
Contoh perhitungan:
Anda menggunakan mata uang USD dalam akun trading dan melakukan buy pada EUR/GBP senilai 500.000. Jika EUR/GBP bergerak 1 pip, berapa nilainya dalam USD?
EUR/GBP artinya EUR sebagai mata uang utama atau 1 EUR setara dengan berapa banyak GBP. Maka jika Anda melakukan posisi buy senilai 500.000 unit, artinya 1 pip sama dengan 50 GBP. Sedangkan akun Anda dalam satuan mata uang USD, maka sekarang menghitung nilai 1 pip tersebut dalam USD.
Asumsi GBP/USD = 1,25.
Maka 50 dikali 1,25= US$62,5,
Artinya 1 pips dalam transaksi ini senilai US$62,5.
Alokasi Risiko dalam USD
Artinnya berapa banyak uang yang akan dirisikokan dalam 1 kali transaksi. Biasanya besarannya bervariasi ada yang dari 1%, 2% atau 5% untuk trader berpengalaman, namun jika Anda pemula disarankan 1%. Hal ini bertujuan melindungi akun dari kerugian telak hanya dari beberapa transaksi. Untuk bisa profit konsisten dan tidak hanya profit sesekali maka penting untuk melindungi akun jangan sampai rugi besar dalam beberapa kali transaksi saja. Karena tiap kali merugi, Anda memerlukan persentase profit yang lebih besar dari sebelumnya untuk mengembalikan ke modal utama.
Contoh:
Jika modal US$10.000 dan alokasi sebesar 1% maka tiap kali bertransaksi Anda hanya menggunakan modal sebesar US$100. Sehingga risikonya tidak lebih dari US$100.
Menentukan Jumlah Stop Loss
Penentuan jumlah nilai stop loss menunjukkan berapa besar risiko yang bisa Anda terima dan tidak mengancam kesehatan portofolio Anda. Prinsipnya dalam penentuan stop loss adalah nilainya harus lebih kecil daripada porsi target profit. Beberapa perbandingan loss dan profit yang disarankan adalah 1:2 ataupun 1:3. Artinya stop loss 1, target profit 2, dan seterusnya.
Comments
Post a Comment