Membentuk Percaya Diri Trading
Tidak dapat dipungkiri, rasa percaya diri amat penting untuk memulai perdagangan atau siapa saja yang mau melakukan apa saja. Ada cara tertentu dalam pendekatan untuk memulai kepercayaan, mempertahankannya, dan memastikan siapapun untuk tetap di tujuannya. Tanpa kepercayaan diri, trader tak akan berkinerja optimal. Orang yang tidak percaya diri, sering sekali terlihat membatasi kemampuan trader. Sebab, trader menganggap bahwa dirinya bukan siapa-siapa dan tidak memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain. Tak perlu khawatir, untuk menumbuhkan rasa percaya diri tidaklah sulit yaitu asalakan ada kemauan terus belajar. Salah satu kunci kesuksesan trader adalah percaya diri. Kepercayaan ini akan menjadi sumber keberanian trader dalam melakukan trading, bukan hanya keberanian dalam membuka posisi saja, namun juga keberanian dalam mengambil keputusan menunggu sekalipun. Ketika trader masuk dalam trading, trader bisa menganggap bahwa pasar adalah lawan trader. Dalam membangun rasa percaya diri, para trader harus bisa mempersiapkan dirinya dengan apapun caranya yang sudah tentu sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal inilah yang membantu trader dalam membentuk kepercayaan diri ketika trading:
Belajar dan Akui Kesalahan dalam Trading
Kesalahan merupakan bagian dari usaha dalam bertrading. Trader ibaratkan proses dalam bertrading sama dengan proses seorang anak-anak belajar berjalan. Balita memulai caranya berjalan yang dimulai dengan cara merangkak lalu perlahan ia mengangkat berat tubuhnya dan kemudian baru berdiri. Sebelum sampai pada step berdiri, balita akan terjatuh, terpeleset dan mengalami rintangan-rintangan lainnya. Itulah yang terjadi ketika seseorang bertrading. Trader akan mengalami yang namanya “jatuh” sebelum bisa sukses berjalan sendiri.
Menerima Kerugian Yang Sudah Trader Tanamkan dalam Modal
Kerugian adalah resiko yang harus ditanggung oleh seseorang yang membuka usaha. Merasakan kerugian sama pentingnya dengan mendapat keuntungan, Dengan merasakan kerugian maka akan mengerti betapa manisnya keuntungan. Kemudian trader juga semakin mengerti bentuk kerugian yang dialami. Trader juga akan lebih mengerti bagaimana cara mengantisipasi keadaan apabila kerugian itu datang kembali. Yang jauh lebih penting, kerugian telah mengajarkan, bahwa bisnis yang tengah dijalankan membutuhkan perhatian yang lebih serius lagi, termasuk dalam trading.
Rencanakan Trading
Trading tidak dapat dilakukan dengan asal seperti melakukan taruhan semata, trading harus dilakukan dengan strategi yang matang. Banyak orang yang terobsesi dengan gagasan untuk melipatgandakan keuntungan dan masuk dalam pasar trading dengan semangat pertaruhan. Mereka cenderung melihat ke atas dan memilih leverage besar untuk membuktikan bahwa ia seolah trader profesional. Jika seseorang menempatkan trading dengan besaran relatif kecil dibandingkan ukuran akun misalnya yang kurang dari 0,5%, tentu trading yang dilakukan akan lebih mudah. Hal ini karena resiko kerugian besar tidak akan menjadi masalah dan tidak akan melumpuhkan proses pengambilan keputusan.
Berlatih dan Terus Berlatih
Teader belum menyadari sepenuhnya bahwa trading ini adalah high risk, tidak menyadari dana yang disimpan harus siap untuk hilang dan tak akan kembali. Bayangkan jika trader menempatkan dana modal trading dari hasil gaji bulanan, penjualan barang pribadi atau hasil pinjaman. Dana riil di akun trading dari tiap trader bisa berbeda, maka saya menyarankan, trader harus memulai dana dalam skala kecil, sampai trader merasa nyaman, dan kemudian trader bisa sedikit demi sedikit menambahnya. Di sisi lain, ada banyak kursus dan pelatihan di luar sana yang mengajarkan teori perdagangan, dan menetapkan portofolio, yang telah diatur agar terlihat bagus pada tingkat teoritis. Dengan biaya mahal, dan fasilitas yang diberikan. Sekedar catatan untuk diketahui, pasar tidak bisa didikte dengan teori.
Comments
Post a Comment