Mengatur Modal Disaat Market Sideways

Kondisi pasar sideways seringkali membuat trader galau karena harga selalu naik turun tidak pasti, seakan-aka tanpa arah. Dalam keadaan pasar sideways, para trader cenderung menghindari kondisi tersebut. Hal ini disebabkan para trader seringkali mengalami kerugian atau loss. Saat pasar sedang pada pergerakan mendatar atau sideways sebagian keuntungannya akan hilang akibat kerugian yang terjadi selama pasar yang bergerak sideways. Namun, jika para trader sudah menguasai dan memahami strategi pada trading, pasar sideways dapat menjadi peluang besar jika trader mampu membaca pergerakan pasar tersebut. Trading saat market tidak jelas sangat membutuhkan strategi bahkan pengaturan yang matang guna mengimbangi laju pasar yang tak menentu. Inilah cara mengatur modal disaat market sideways:

Menerima Ketidakpastian Pasar

Ketika memutuskan untuk terjun ke dunia trading, trader harus menerima ketidakpastian pergerakan harga di pasar. Saat trader merasa punya kemampua analisis pasar yang luar biasa, perasaan tergiur untuk berkali-kali masuk pasar bisa memicu banyak transaksi (overtrade). Pasar memiliki ketidakpastian, dan trader harus mengakui hal tersebut. Dengan emmiliki analisis yang kuat dan pemahaman terhadap pasar yang luas, milikilah peluang lebih besar dan kepercayaan diri yang cukup.

Belajar Memanfaatkan Probabilitas

Ketika trader memasuki pasar seperti melempar koin, setiap transaksi memiliki probabilitas 50%. Peraturan dasar perdagangan memiliki dua hasil yaitu keberhasilan dan kegagalan (Profit atau Loss). Dari probabilitas 50% tersebut trader dapat tingkatkan menjadi 70% ketika indikator memastikannya sesuai dengan posisi yang dibuka, lalu tingkatkan probabilitas-nya menjadi 80% dengan menggunakan analisis bedasarkan pergerakan grafik dan pergerakan pola grafik tersebut telah terkonfirmasi valid dan tingkatkan probabilitas terebut menjadi 90% ketika news atau berita mengenai pasar telah sesuai dengan posisi yang dibuka. Namun, trader tidak pernah bisa yakin 100%. Bahkan jika semua faktor ini bertepatan, teori ini masih bisa goyah.

Pasang Stop Loss Level

Melihat harga yang bergerak naik turun pada pasar, membuat para trader tidak mau memasang stop loss level, karena menurut mereka harga pasti bergerak kembali ke level semula. Sayangnya langkah tersebut kurang bijak bila dilakukan karena, siklus di pasar yang volatile, setiap kali support dan resistance tertembus, harga akan bergerak lebih kencang. Dengan begitu potensi kerugian juga semakin besar.


Note:
Apabila membutuhkan Free materi dan info lebih lanjut hubungi 03315106055.
Free materi soft copy hub wa admin 081258066174
Info Private/class trading premium berbayar (dibimbing selamanya sampai profit konsisten dan mandiri). Kunjungi akses langsung web kami www.wijayatrading.com

Comments

Popular posts from this blog

First Pillar, Money Management Trading

Get to know Forex Basics

Tips for Finding the Right Currency Pair for Traders